Sebuah inisiatif independen, sejak 2017.
DigitalHumanities.ID dirintis oleh Ferry Edwin Sirait — sarjana filsafat yang, sejak 2005, bergerak lintas ranah: jurnalistik, penelitian, advokasi kebijakan, pemberdayaan komunitas, pengelolaan pengetahuan berbasis data, produksi dokumenter, serta transmedia storytelling.
Pengalaman itu mempertemukannya dengan praktik Humaniora Digital secara empirik — bukan dari ruang kelas, melainkan dari lapangan: proyek kebudayaan bersama komunitas antar-disiplin dan desa-desa di Indonesia. Dari sana terlihat satu persoalan besar: data kebudayaan dan pengetahuan kita belum terkelola secara masif, partisipatif, dan terintegrasi — padahal justru di situ pengetahuan baru bisa lahir.
Lima medan yang beririsan
Praksis Digital Humanities Indonesia berdiri di atas lima medan yang saling menyilang, digerakkan satu poros filsafat:
- Knowledge Management — mengelola pengetahuan sebagai aset yang hidup, bukan arsip mati.
- Digital Humanities — pertemuan metode komputasi dengan pertanyaan kemanusiaan.
- Interactive Documentary & Transmedia — naratif yang bisa dijelajahi, bukan sekadar ditonton.
- AI Ethics — menimbang keadilan, bias, dan akuntabilitas sistem cerdas.
- Governance, Risk & Compliance (GRC) — tata kelola pengetahuan dan teknologi yang bertanggung jawab.
Belum ada program studi Digital Humanities di universitas Indonesia. Ruang ini hadir untuk mengisi kekosongan itu — dan mengundang Anda ikut membangunnya. Peta praksis selengkapnya dapat ditelusuri di kompas transdisiplin.
Jelajahi versi ruang 3D
Halaman ini juga tersedia sebagai pengalaman ruang tiga dimensi yang bisa dijelajahi bebas.
Masuki Siapa Digital Humanities Indonesia →